My Photo

June 30, 2008

If I Ain't Got You

Some people live for the fortune
Some people live just for the fame
Some people live for the power, yeah
Some people live just to play the game
Some people think that the physical things
Define what's within
And I've been there before
But that life's a bore
So full of the superficial

[Chorus:]
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, Yeah

Some people search for a fountain
That promises forever young
Some people need three dozen roses
And that's the only way to prove you love him
Hand me the world on a silver platter
And what good would it be
With no one to share
With no one who truly cares for me

[Chorus:]
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, you, you
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, yeah

[Outro:]
If I ain't got you with me baby
So nothing in this whole wide world don't mean a thing
If I ain't got you with me baby



                            

June 04, 2008

sedang merancang masa depan...
tapi buat apa masa depan dirancang?
bukankah masa depan itu adalah refleksi dari masa lalu dan masa kini...
dan masa kini adalah refleksi dari masa lalu...
dan masa lalu adalah masa kini pada saatnya yang lalu...
tetapi mengapa justru dipusingkan dengan merancang masa depan?
sedangkan masa kini yang sedang dijalani tidak dipikirkan untuk menggapai masa depan..
seringkali kita kelelahan memikirkan masa depan sambil melewati masa kini - sedangkan masa kini adalah gambaran masa depan-...
seringkali energi itu hanya difokuskan untuk menghampiri masa depan, sedangkan masa kini yang harusnya bisa ternikmati maksimal, justru terlewati karena fokusnya hanya ke masa depan saja...
nanti itu akan ada kalau sekarang ada...
nanti itu akan indah kalau sekarang ternikmati dengan indah...
masa depan adalah cerminan masa kini...

January 22, 2008

Separuh Hidupku

pernahkah selama ini
ku berhenti mencintaimu
pernahkah kau mendengar
ku tak ucap sayang padamu

di setiap getar jantung
ku selalu sebutkan namamu
cintamu tlah membuat hatiku
terukir jelas dirimu

engkaulah jiwaku
engkaulah mimpiku
kaulah separuh dari hidupku
hanyalah dirimu
yg membuat segalanya indah


bilakah yg kurasa
semua itu akan abadi
kan kulakukan segalanya
agar ku dapat cintamu

repeat reff

ku sayang dirimu
ku jaga hatimu
di sini tempatmu di sisiku
tetap ku terjaga
dalam tidurku memikirkanmu


you are my everything..
love you my sweetie kuku bear..

November 20, 2007

Surat Ar-Rum ayat 21


dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya telah diciptakan-Nya untukmu pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berfikir

 if you think, you'll know everything...

May 15, 2007

kenapa sepertinya orang-orang mengalami kesulitan untuk jujur pada dirinya sendiri?
entah apa alasannya, bukankah mereka sudah mendustai kata hatinya, keyakinannya...
sedangkan bila kita tidak jujur pada kata hati, akan jadi apa kita?
bukankah untuk bisa menerima suatu kebenaran, kita harus bisa mendengarkan kata hati yang menyuarakan kejujuran...
beberapa hari terakhir bertemu dengan seseorang yang aku tidak tahu bagaimana harus menghadapi orang seperti ini...
setiap hal yang dia katakan saat ini, hampir selalu berlawanan dengan hal yang akan dia katakan beberapa saat berikutnya, memusingkan...
dengan gelar sarjana yang cukup tinggi, ternyata tidak membuat seseorang menyadari betapa pentingnya mendengar kata hati dan jujur pada kata hati...
ah, entahlah, mungkin aku saja yang memang tidak mengerti setiap maksud pembicaraannya, dan aku hampir yakin 100% bahwa orang tersebut juga tidak memahami maksud dari apa yang dia bicarakan...
sehingga akhirnya aku memutuskan bahwa, dia itu tidak jauh beda dengan anak kecil, yang tidak tahu apa maunya, tidak mengerti apa yang dia katakan, yang selalu ingin kelihatan lebih dari orang lain (in a positive way, itu yang agak melegakan), melakukan sesuatu bukan karena sesuatu yang memang dia yakini, tapi lebih kepada pengharapannya akan penghargaan orang pada dirinya...
orang ini hampir tidak menghargai dirinya sendiri, karena orang ini tidak meyakini apapun, sesuatu yang benar-benar dia yakini, benar-benar dia perjuangkan, sesuatu yang memang dia yakin benar meskipun seluruh dunia mengatakan dia salah...
aku hampir yakin bahwa apa pun yang dilakukan orang ini, tidak tahu apa maksud dan tujuan dari hal yang dilakukannya itu...
kenapa dia harus merasa bangga dengan kelebihannya yang bahkan bukan miliknya, dengan sesuatu yang dipamerkannya padahal dia tidak tahu kenapa dia melakukannya, dia tidak sadar, bahwa di hadapanku, dia sudah merendahkan dirinya sendiri, dia sudah membuat dirinya terlihat bodoh di depanku...
melelahkan jika harus menghabiskan waktu dengan orang seperti ini, dan aku pun akan berusaha sedemikian rupa sehingga aku menghabiskan waktu sesedikit mungkin dengan orang seperti ini, bahkan kalau memang keadaan memungkinkan, aku akan memilih untuk tidak berinteraksi dengan manusia macam ini, menghabiskan waktu percuma...
setiap pembicaraan dengan orang ini, hanya membuat aku emosi dan emosi, tapi hal posotifnya, dengan begitu, ketika aku emosi, aku akan lebih banyak diam dan berpikir, aku harus berterima kasih juga karena telah membuat aku menikmati waktu berpikirku...
aku hanya sudah lelah melayani orang-orang seperti ini...
aku bukan orang yang senang ngobrol dengan konsep menang-kalah, karena menurut aku, hidup ini bukan perlombaan, jadi ga ada yang namanya menang dan kalah, kita semua ada dalam perahu yang sama, untuk apa kita saling "bunuh" (meminjam kata-kata dari teman baik aku sejak kuliah)...
alangkah lebih baiknya, ketika berinteraksi dengan sesama manusia lainnya, kita bertukar pikiran dan tidak memaksakan apa yang ada di pikiran kita, mungkin aku juga sedang berusaha memaksakan pendapat aku tentang pandanganku tentang keidupan ini pada orang itu, tapi karena beda sudut pandang, beda domain, jadi tidak mungkin menemukan penyelesaian...
mungkin dia itu jenis orang yang ingin terlihat baik dan sempurna untuk semua hal, semua kalangan, sehingga dia tidak sadar, dengan melakukan hal itu, dia sudah menghilangkan idealismenya (seandainya tidak punya idealisme, minimal dia punya prinsip lah), ketika dengan kelompok A dia berpendapat sama dengan A, dan ketika dia sedang dengan kelompok B dia akan berpendapat sama dengan kelompok B, meskipun pendapat kedua kelompok ini sangat jauh bersebrangan...
bagaimana mungkin orang lain akan berpikir dia itu baik, sedangkan berpendapat saja tidak bisa, mana mungkin dia bisa menjadi orang baik?

nah, di saat-saat menyebalkan seperti ini, aku hanya ingin bertemu dengan kamu...
cuma dengan kamu aku bisa membicarakan semuanya, tanpa memperdulikan ruang dan waktu...
dengan kamu, pangeran impianku...

May 14, 2007

miss u...

hanya mendengar suara kamu saja, sudah bisa membuat aku berubah...
hanya mendengar suara kamu saja...
aku bisa merasakan bahwa kamu, jauh disana juga merasakan hal yang sama...
merasakan getaran hati ini, gelisah jiwa ini yang hanya untukmu...
dengan mendengar suara kamu, aku dapat merasakan kecupan manismu ketika membangunkan aku saat aku terlelap...
miss u...

April 17, 2007

MARAH BESAR

well...
Sekali lagi berada dalam keadaan yang sulit...
Gw tidak pernah merasa ada masalah dengan pihak yang merasa gw bermasalah dengan mereka. Hanya karena gw tidak memenuhi apa yang mereka inginkan, lalu gw diangap membangkang dan bermasalah. Gw tidak lagi bertanggung jawab sama mereka, karena secara "legal formal" mereka sudah tidak ada hak lagi untuk interfensi terhadap gw. Sehingga mereka pun sudah tidak ada hak untuk melakukan instruksi pada gw. Jalur yang mungkin mereka kasih ke gw adalah jalur koordinasi, dan itu harus dilakukan oleh orang-orang yang sudah menyadari posisinya, kewajiban dan tanggung jawabnya, baru kemudian menuntut apa yang menjadi haknya. Gw bakal bisa berkoordinasi dengan mereka, dengan syarat, mereka tahu mereka siapa, mereka tahu gw siapa, mereka tahu hak dan kewajiban mereka, sekaligus mereka juga harus tahu hak dan kewajiban gw.
Dulu, pertama kali gw bekerja sama dengan mereka, gw bertanya, "Pak, jobdesc saya apa?" Lalu pihak yang akan bekerja sama dengan gw bilang, "Waduh, saya juga masih belum jelas jobdesc-nya apa, nanti aja kita rumusin sama-sama"
Mengingat status gw masih kontrak, dan memang gw belum ada kesibukan yang menyita waktu, dan memang gw juga ditempatkan disana, maka gw bekerja dengan semangat tinggi, mengerjakan apa yang menurut gw harus dilakukan sesuai dengan yang pernah gw dapat waktu gw kuliah dulu. Pihak yang mempekerjakan gw, tidak bisa mengeluh tentang apa yang gw kerjain, mereka tidak memberitahukan kepada gw apa yang mesti gw kerjain, kalau dengan begitu saja gw sudah bekerja dengan hasil yang cukup baik, harusnya mereka bersyukur dong.
Nah, setelah ketidakjelasan penempatan gw selama kurang lebih 3 bulan, akhirnya pihak yang mempunyai kewenangan, menempatkan gw di salah satu tempat yang menurut gw memang layak untuk menjadi home base gw. Terhitung 1 Maret 2007, gw pun punya home base. Tempat baru ini, memberikan kenyamanan bagi gw, baik dari segi fisik maupun psikis. Pokoknya gw sangat kerasan ada di tempat ini.
Karena itu juga, penempatan gw di home base, gw hampir jarang mengunjungi tempat yang dulu gw dipekerjakan. Gw lebih sering ada di home base, dibandingkan bekerja sama dengan mereka, meskipun sebenarnya gw itu bukan bekerja sama, tapi gw bekerja paksa. Sebagai pihak yang mempekerjakan gw awalnya, harusnya mereka memahami hak dan kewajiban gw. Jangan maunya hanya meminta kewajiban gw. Gw sudah melaksanakan kewajiban gw, masa gw tidak diberi hak gw. Dengan alasan apapun, gw berhak atas apa yang harusnya menjadi hak gw, karena jauh sebelum gw menuntut hak, gw sudah melaksanakan semua kewajiban gw, JAUUH sebelum gw menuntut hak gw. Meskipun gw sudah menuntut hak gw, toh, hak gw itu tidak pernah sampai pada gw. Karena pihak yang mempekerjakan gw itu mengaku beragama sama dengan gw, maka gw ingatkan bahwa ada sebuah hadits Rosul yang isinya kira-kira seperti ini:"Bayarlah upah buruhmu sebelum keringatnya mengering" Apa yang gw dapet dari mereka? Setelah kewajiban gw ditunaikan dengan baik, dan gw melaksanakan keputusan dari pihak yang berkewenangan, mereka mulai kebakaran jenggot dan mulai bingung dengan gw. Ketidakhadiran gw di dalam pekerjaan mereka, membuat mereka, saat ini mencari-cari alasan yang sangat tidak logis untuk mendepak gw. Padahal ya, gw tidak pernah merasa memiliki pekerjaan itu. Gw hanya menikmati saat-saat gw berinterkasi dengan manusia-manusia yang masih memiliki hati nurani di dalamnya (dengan mengesampingkan atasan mereka yang gw ga bisa ngerti pola pikirnya). Jika menurut mereka, gw tidak kompeten lagi, gw ga ada masalah dan memang gw tidak pernah ada masalah sama mereka. Sampai sekarang pun, gw masih berinteraksi dengan manusia-manusia yang masih punya hati itu meskipun interaksi gw dianggap tidak ada nilainya di mata mereka.
Mereka memperlakukan gw seolah-olah gw itu propeti yang bisa disimpan dimana saja,  harus ada di tempat yang mereka anggap sebagai tempat propeti, dan mereka bisa memperlakukan gw seenaknya...
GW MAKHLUK HIDUP, GW PUNYA HATI..
HATI GW BELUM MATI SEPERTI MEREKA...

March 26, 2007

menang dan kalah

jadi inget waktu jaman baru masuk kampus, dan dikasih "winner vs looser"..
sebenernya apa sih kalah itu? apa sih menang itu?
kapan sih kita dikatakan kalah? kapan sih kita dianggap menang?
pertanyaan berikutnya yang timbul, memang kita menang dari siapa, memang kita dikalahkan oleh siapa?
apakah orang menang adalah orang yang berhasil menjadi juara pertama dalam perlombaan lari? sebenernya dia itu lari melawan siapa? apakah setelah dia menjadi juara pertama dalam lomba lari, dia merasa sebagai pemenang? apakah dengan mengetahui bahwa dia merupakan pelari tercepat, membuatnya menjadi pemenang?
terlalu banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran hanya untuk merumuskan tentang menang dan kalah..
masih tentang pelari, seandainya pun pelari itu bukan merupakan pelari tercepat dalam perlombaan itu apakah dia dikatakan kalah? apakah jika dia mengakui bahwa memang ada orang yang berlari lebih cepat dari dia, maka dengan begitu saja dia menjadi kalah?
bukankah justru pelari yang bukan merupakan pelari tercepat dalam lomba itu, yang berani mengakui bahwa memang dia bukan yang paling cepat, kemudian mengucapkan selamat pada pelari tercepat adalah pemenang juga, karena dia telah mengalahkan dirinya sendiri (egonya) untuk mengakui bahwa memang ada yang lebih baik dari dia..

jadi, tidak pernah ada yang namanya kalah..
kekalahan adalah ketidakmampuan menerima beban yang memang diberikan padanya, padahal beban yang diberikan itu adalah sesuai dengan kemampuannya..
semua orang yang berjuang dalam hidupnya adalah pemenang, karena mereka sudah memilih untuk melawan ketakutan mereka sendiri akan banyak hal..
sehingga, ketika mulai berputus asa akan sesuatu yang belum pernah diarungi, mungkin itu yang disebut dengan kekalahan..
setiap orang melakukan perlombaan dalam hidupnya, hanya dia sendiri yang menentukan, apakah dia yang menjadi pemenang atau  justru dia yang akan kalah..
karena kemenangan adalah penghormatan kita atas diri kita pribadi mengenai semua usaha yang kita lakukan..

sebenernya ga tau mau nulis apa..

March 24, 2007

Ruang Rindu

Letto

Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa sungai ke ujung mata

Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada

Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati

Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat

Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

(*) Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya

     Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

miss u...

November 20, 2006

TUJUH SUMPAH (NEW ETA)

ada yang hilang jiwaku tak tenang

semakin dalam tubuhku tenggelam

oh, hujan badai temani aku pulang

dinginnnya malam tak mampu ku bertahan

kini kau datang berikan aku ruang

walau kau lelah tapi nafasku panjang

akankah s'lalu kau tetap menemani

sinari aku bagai cahya mentari

aku berjanji jika saatnya nanti

kau ku beri arti hingga diriku mati

yang hilang biarlah hilang

yang pergi biarlah pergi

tetap kau disini temani aku malam ini

kini dimana harus ku cari lagi

saat kau pergi tinggal aku sendiri

lelah ku cari tak juga kutemui

saat kau hilang tujuh sumpah kumaki

aku berjanji jika nanti kau pergi

akan selalu kudoakan kau mati

yang hilang biarlah hilang

yang pergi biarlah pergi

aku yang slama ini berharap kau untuk coba mengerti

untuk apa ku disini terjerat gelap malam ini

dan aku yang slama ini berharap kau untuk cepat kembali

temani aku tuk pulang dimana aku tenggelam.. hilang

yang hilang biarlah hilang

yang pergi biarlah pergi

tetap kau disini temani aku malam ini

yang hilang biarlah hilang

yang pergi biarlah pergi

tetap kau disini tetap kau disini

temani aku warnai hari

nice song, nice lyrics..

denger pertama kali dari kk, trus dapet lagunya dari abang..